468x60 ads





Perjuangan untuk meraih cita-cita

Udara pagi terasa begitu sejuk,burung-burung bertebangan ...
Bunga-bunga bergoyang seiring datangnya angin...
Suasana pagi itu sangat cerah dan mengagumkan,tapi tidak untuk suasana hati putri Anastasya. Ia begitu sedih mengingat kejadian itu...kejadian tanggal 5 September 1987 yang membuatnya kehilangan keluarganya..kehilangan istananya..kehilangan teman-taman nya dan banyak lagi.


Putri Anastasya adalah seorang putri dari kerajaan “An-Nurul Baidh” di Palestina,ayahnya adalah Raja Ezuddin asli Palestina dan ibunya Ratu Zakiya wangdu bin Abdul Aziz berasal dari Indi,dan ia punya seorang kakak laki-laki namanya Pangeran Sofyan Ezuddin tapi pangeran itu lebih sering di panggil “Pangeran Berpeci Putih”  oleh teman-temannya,karena ia slalu memakai peci putih. Pangeran sofyan sangat tampan ,dan sholeh sehingga banyak yang menyenanginya. Dan Putri Anastasya memiliki banyak teman yang baik. Tapi s’mua itu hilang pada tanggal 5 september 1987 itu s’mua karena serangan besar-besara dari Israel yang menyerang Palestina dan sekitarnya terutama Istana “An-nurul Baidh” .

Waktu terus berjalan dan sekarang Tasya luntang luntung d jalan tak tau hendak kemana....
Ia bingung...Ia seperti  orang yang tak punya semangat hidup ....
Terdengarlah suara adzan dari mushola kecil yang masih tersisa di Palestina itupun bagian belakang mushola itu sudah hancur karena terkena bom dari Israel yang biadap itu.
Tasya sadar dari lamunannya dan segera menuju mushola itu untuk berwudlu dan shalat,di dalam mushola itu hanya ada 3 orang yang shalat ,karena warga Palestina banyak yang meninggal saat pengeboman dan pembakaran dari Israel ,atau yang masih hidup pun tidak kuat untuk pergi ke mushola karena luka-luka yang di deritanya.
Oleh karena itu Tasya sangat bersyukur kepada allah karena dia masih bisa sholat dengan badan yang sehat dan utuh hanya kakinya yang sedikit memar karna berlari dan jatuh saat melarikan diri dari pengeboman israil.Putri tasya berdo`a:
“Oh....Ya Allah maafkan tasya,maafkan dosa kedua orang tua tasya,maafkan semua kesalahan teman-taman tasya,karena kesalahan kami,engkau murka dan memberi bencana seperti ini,Ya allah tasya mohon......Tasya ingin sekolah lagi seperti dulu bersama teman-teman tasya ingin menuntut ilmu......tasya ingin belajar ......Robbana atina fiddun ya hasanah wafil akhiro hasanah wa qina adha banar”
Dengan berderai air mata tasya mengakhiri do`a-nya dan berharap kepada allah agar do`anya di kabulkan.Ia keluar dari musholah dengan hati yang lumayan tenang. Sambil berjalan ia berpikir,akan kemana ia? Apa dia masih punya saudara? Ya,kata tasya dalam hati paman punksuk wandu di india,

0 komentar:

Posting Komentar